PERESMIAN RUANG PAMER MUSEUM
04 February 2025
Peresmian Ruang Pamer Museum Muhammadiyah:
Zona Muhammadiyah untuk Indonesia
museum.muhammadiyah.or.id, Bantul, 3 Februari 2025 – Museum Muhammadiyah sukses menyelenggarakan acara peresmian zona baru. Acara ini dilaksanakan pada hari Senin, 3 Februari 2025 yang bertempat di ruang audiovisual Museum Muhammadiyah. Acara ini diselenggarakan dengan tujuan peresmian dua zona baru yaitu zona Muhammadiyah untuk Indonesia dan Persebaran Muhammadiyah.
Acara peresmian ini dihadiri oleh Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si selaku Ketua Umum Pimpan Pusat Muhammadiyah dan juga Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc., selaku Menteri Kebudayaan Republik Indonesia turut hadir pula Prof. Dr. Muchlas, M.T selaku Ketua Majelis Pustaka Informasi (MPI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah juga sekaligus Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) beserta para anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang lain dan jajaran Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia.
Muchlas dalam sambutannya menyampaikan rasa syukurnya dan mengucapkan terimakasih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah dan kepada Menteri Kebudayaan Republik Indonesia serta jajarannya. Muhammadiyah sebagai organisasi massa tertua dan terbesar di Indonesia Muhammadiyah kaya dengan sejarah dalam membangun peradaban bangsa dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial dan Kesehatan di Indonesia bahkan dunia. Muhammadiyah sebagai organisasi dengan pergerakan yang masif dan dinamis telah menghasilkan berbagai kebaikan. Museum Muhammadiyah merupakan sarana dalam mengabadikan berbagai kebaikan yang dihasilkan oleh Muhammadiyah agar terus dikenal oleh generasi mendatang.
Muchlas menuturkan bahwa kini Museum Muhammadiyah telah memasuki tahun ketiga tahun operasionalnya terhitung sejak dibuka pada tahun 2022. Museum Muhammadiyah berhasil menaikkan jumlah kunjungan dan terus melakukan perbaikan secara terus menerus. Pertumbuhan jumlah koleksi juga terus naik bersamaan dengan kesadaran sejarah dari masyarakat secara umum maupun warga persyarikatan Muhammadiyah. Sebagai langkah pengembangan Museum Muhammadiyah telah aktif terlibat dalam berbagai kegitan perhimpunan Museum serta aktif menjelin kerja sama dengan Dinas Kebudayaan dan juga museum luar negeri.
Selanjutnya Fadli Zon menyatakan bahwa Museum Muhammadiyah tidak hanya sebagai tempat menyimpan artefak masa lalu saja tetapi yang paling penting adalah menghidupkan narasi dan menjembatani bagi generasi yang akan datang. Menteri Kebudayaan juga berharap agar Museum Muhammadiyah dapat semakin hidup dan menarik bagi pengunjung dengan menambahkan aspek-aspek digital.
Acara dilanjutkan dengan seremoni peresmian zona baru yang dilakukan dengan penandatanganan prasasti. Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si dan Dr. Fadli Zon, S.S., M.Sc.
Sementara itu Haedar Nashir menyampaikan amanat dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah agar Masyarakat Indoneisa secara umum maupun warga persyarikatan Muhammadiyah secara khusus dapat meningkatkan awareness terhadap memahami kebudayaan baik maupun kesadaran dalam sejarah. [Faiq]